Ketua Pimpinan Wilayah Persis Jabar Iman Setiawan Latief menyebutkan Oemilihan Umum 2019, merupakan suatu yang baru. Karena dari mulai pemilu legislatif sampai presiden disamakan waktunya.

”Kalau dulu dipisah, untuk sampai saat ini pemilu di Jabar masih dalam tahap normal dan belum ada konflik ataupun ketegangan,” ujar Ketua Pimpinan Wilayah Persis Jabar Iman Setiawan Latief, kemarin (10/10).

Iman menyampaikan, sejauh ini memasuki tahap kampanye masih berjalan aman dan wajar. Mengingat masih ada waktu 5 hingga 6 bulan kedepan, namun menuju April 2019 eskalasi politik akan semakin meningkat.

Pihaknya berharap eskalasi yang memanas tidak sampai menimbulkan konflik horizontal atau pertikaian yang mendikotomikan masyarakat khusunya di Jawa Barat.

”Kondisi dan situasi hari ini yang cukup berbeda, diharapkan masyatakat bisa lebih dewasa, dan tidak emosional. Siapa pun berkampanye boleh-boleh saja karena itu di atur didalam undang-undang, yang tidak boleh kan black campign, menyebarkan berita bohong/hoax, yang sekarang mulai banyak dilakukan sebagai media kampanye,” paparnya.

Dia menuturkan, arus informasi yang semakain cepat membuat penyebaran berita bohong/hoax ini bersebaran dengan luas tanpa ada filter didalamnya, karena kecendrungan politik seseorang dan emosional yang mempengaruhi hal tersebut.

”Harus ada edukasi dan sosialisasi terus menerus di masyarakat, bahwa hoax itu dilarang, di semua agama pun dilarang dan jelas di Islam pun diharamkan, karena itu baik didalam media masa, majelis taklim, pengajian diharapkan masyarakat sebelum mengambil berita dapat di konfirmasi terlebih dahulu,” tutupnya.

Dia pun berharap Pemilu 2019 ini dapat berjalan dengan baik, sehingga memunculkan pemimpin-pemimpin yang dapat mengayomi masyarakatnya. (bon/rmol/ign)