Iman Setiawan adalah  pengurus Persis Jawa Barat  ini siap maju DPD RI 2019-2024. Tujuan Iman maju DPD RI adalah ingin adanya perubahan di Jawa Barat dan menjadikan Indonesia lebih baik. Iman  menilai bahwa di Jawa Barat itu banyak potensi-potensi yang dimaksimalkan, pendidikan, ekonomi, dll  sehingga banyak masukan dan masyarakat yang curhat, sementara curhatan masyarakat ini menyampaikannya kemana?. Tidak bisa langsung karena tidak bisa maksimal, maka terpiculah Iman Setiawan  untuk maju anggota DPD RI sebagai jembatan menyalurkan aspirasi masyarakat Jawa Barat.     

Iman mengatakan “Saya mau menjadi anggota DPD RI adalah untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Jawa Barat untuk ditindaklanjuti dan itu sebenarnya sederhana, latar belakang kenapa saya saya maju di DPD RI karena saya memiliki basis massa organisasi Persis, saya  independen dan tidak berafiliasi terhadap partai manapun. Karena untuk menjadi anggota DPR RI harus masuk partai maka saya memilih jalur DPD RI.”ujarnnya kepada jabarnews.id. Senin (27/08/2018)  

“ Tugas DPD RI selama ini hanya mengusulkan sebuah kebijakan dan mudah-mudahan DPD bisa menentukan kebijakan yang jelas bahwa misi dan visi saya ini adalah mengoptimalkan potensi Jawa Barat bukan yang ada menjadi ada, paling tidak yang sudah ada potensinya itu lebih dimaksimalkan, mudah-mudahan saya bisa bersinergi bahkan seharusnya bisa maksimalkan bersinergi dengan pemerintah.” Tambahnya.

“Saya melihat bahwa beberapa masyarakat tidak tahu apa itu DPD bahkan ada yang bilang dari partai mana unntuk maju DPD. Dan sebaiknya pihak KPU harus banyak mensosialisasikan mengenai apa itu DPD. Saya menilai anggota DPD RI yang sekarang ini belum terasa hasilnya dan tidak puas dengan apa kinerjanya, saya tidak membicarakan anggota DPD RI sebelumnya akan tetapi saya mengerjakan PR mereka yang belum terealisasikan apabila saya terpilih menjadi anggota DPD RI.

Tentunya akan bersinergi dengan masyakarat dan saya punya organisasi kelompok masyarkat sekitar. Masalah pengangguran di Jawa Barat masih tinggi dan itu harus survey kelapangan. Untuk lolos DPD RI minimal suara 1.5 juta dan kelemahannya tidak ada saksi, kalaupun ada saksi biayanya mahal dengan 17.000 TPS. Mengenai melawan petahana yang maju kembali ke DPD RI saya siap bertarung, siap menang dan siap kalah”. tegasnya”

sumber: jabarnews.id